nurulr094's blog

November 29, 2010

Mengapa saya masuk ke Departemen AGH

Filed under: Pertanian — nurulr094 @ 9:43 am

Kenapa saya memilih AGH ??

Sudah lama saya ingin terjun langsung ke sawah dan mendalami ilmu pertanian. Semenjak SMA tekad saya sudah bulat untuk melanjutkan ke IPB dengan jurusan Agronomi dan Hortikultura. Sekarang saya sudah masuk departemen AGH dan saya telah mendapatkan ilmu pertanian meskipun masih dasar-dasarnya terlebih dahulu. Seperti pengertian agronomi dan hortikultura.

Agronomi

Tanaman adalah tumbuhan yang sudah dibudidayakan. Sedangkan Tanaman Pertanian adalah segala tanaman yang digunakan manusia untuk tujuan apapun, yang berfaedah yang secara ekonomi cocok dengan rencana kerja dan eksistensi manusia dan dikelola sampai tingkat tertentu. Produksi tanaman adalah pengelolaan tanaman yang bermanfaat. Ilmu yang mempelajari produksi tanaman adalah Agronomi. Sehingga Agronomi adalah ilmu yang mempelajari cara pengelolaan tanaman pertanian dan lingkungannya untuk memperoleh produksi yang maksimum dan lestari. Secara lebih rinci Agronomi adalah ilmu yang mempelajari pengelolaan sumberdaya nabati dengan melakukan rekayasa terhadap lingkungan tumbuh, potensi genetik dan potensi fisiologinya dalam kegiatan produksi tanaman dan penanganan hasil dengan tujuan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, bahan baku industri, obat-obatan dan rempah, serta kenyamanan hidup. Orientasi agronomi adalah produksi maksimum dan mempertahankan sistem produksi yang berkelanjutan.

Hortikultura

Hortikultura berasal dari kata “hortus” (= garden atau kebun) dan “colere” (= to cultivate atau budidaya). Secara harfiah istilah Hortikultura diartikan sebagai usaha membudidayakan tanaman buah-buahan, sayuran dan tanaman hias. Sehingga Hortikultura merupakan suatu cabang dari ilmu pertanian yang mempelajari budidaya buah-buahan, sayuran dan tanaman hias.

Sektor pertanian menjadi sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Seiring dengan berkembangnya perekonomian bangsa, maka kita mulai mencanangkan masa depan Indonesia menuju era industrialisasi, dengan pertimbangan sektor pertanian kita juga semakin kuat. Seiring dengan transisi (transformasi) struktural ini sekarang kita menghadapi berbagai permasalahan. Di sektor pertanian kita mengalami permasalahan dalam meningkatkan jumlah produksi pangan, terutama di wilayah tradisional pertanian di Jawa dan luar Jawa. Hal ini karena semakin terbatasnya lahan yang dapat dipakai untuk bertani. Perkembangan penduduk yang semakin besar membuat kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dan berbagai sarana pendukung kehidupan masyarakat juga bertambah. Perkembangan industri juga membuat pertanian beririgasi teknis semakin berkurang. Selain berkurangya lahan beririgasi teknis, tingkat produktivitas pertanian per hektare juga relatif stagnan. Salah satu penyebab dari produktivitas ini adalah karena pasokan air yang mengairi lahan pertanian juga berkurang. Banyak waduk dan embung serta saluran irigasi yang ada perlu diperbaiki. Hutan-hutan tropis yang kita miliki juga semakin berkurang, ditambah lagi dengan siklus cuaca El Nino-La Nina karena pengaruh pemanasan global semakin mengurangi pasokan air yang dialirkan dari pegunungan ke lahan pertanian.

Dengan keadaan pertanian tersebut, masayarakat Indonesia menderita penyakit busung lapar terutama bagi masyarakat miskin dan balita yang kekurangan gizi. Penyebab KEP sangat banyak dan kompleks. Beberapa faktor bisa berdiri sendiri atau terjadi bersama-sama. Faktor tersebut adalah penyebab primer seperti faktor ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. Penyebab sekunder berupa gangguan metabolisme, penyakit infeksi kronis, penyakit jantung bawaan, atau penyakit bawaan lainnya. Di daerah pedesaan, biasanya faktor sosial, ekonomi, dan pendidikan sering berpengaruh. Pengetahuan dan keadaan ekonomi yang minimal mempengaruhi gangguan dan penyimpangan pemberian asupan gizi pada anak. Secara nasional, kasus busung lapar yang menimpa anak-anak di bawah usia lima tahun mencapai angka delapan persen. Tahun 2005 ini jumlah anak balita usia 0-4 tahun di Indonesia mencapai 20,87 juta. Itu berarti saat ini ada sekitar 1,67 juta anak balita menderita busung lapar. Angka ini sungguh mengerikan, anak-anak kita terancam perkembangan hidupnya.

Referensi :

http://metrotvnews.com/read/analisdetail/2010/06/09/23/Sektor-Pertanian-dan-Struktur-Perekonomian-Indonesia.html”>
http://mekanisasi-pertanian.blogspot.com/2008/11/pengertian-hortikultura.html”>
http://www.dwp.or.id/dwp1.php?kas=12&noid=373″>
http://agroland.wordpress.com/pengertian-agronomi”>

generiert in 1.137 Sekunden. | Theme pack from WPMUDEV by Incsub. | Powered by WordPress Distributed by Dedicated Servers